MONTESSORI ISLAMIC GREEN SCHOOL : 
NURSERY AND KINDERGARTEN

Sejak tahun ajaran 2018/ 2019 Islamic Green School mengemas konsep pendidikan bagi anak-anak usia dini dengan mengkombinasikan konsep alam yang merupakan ciri IGS dengan konsep Montessori.
Kami berfokus pada tahap perkembangan usia dini yang pendidikan didalamnya bertujuan untuk menjadikan anak-anak yang mandiri dan siap didik untuk jenjang berikutnya.

Jika Ayah Bunda ingin tahu lebih jauh tentang apa itu konsep dasar Montessori dapat di lihat di link ini

Pada sebuah ulasan mengenai pendekatan pembelajaran oleh Maria Montessori, disebutkan bahwa ada 6 hal prinsip dasar yang harus diperhatikan;

Independence – Kemandirian, 
Anak-anak ingin diakui bahwa dia bisa atau mampu laku, bahkan sejak ia mulai mampu mengangkat kepalanya saat bayi. Dan anak-anak generasi Z, lahir dengan keinginan lebih besar untuk mampu laku yang sudah mendarah daging (default system). Hargai keinginannya dengan cara memberinya ruang dan kesempatan memilih apa yang hendak dipelajarinya hari itu. Tanpa harus memaksakan rutinitas yang sama melainkan menerapkan pola yang sama. Mereka akan belajar dari pola pembiasaan yang diterapkan dan mensetting dirinya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Karena itu kekuatan sistem pola asuh yang dipersiapkan oleh Montessori IGS 

Observation – Pengamatan, 
Amati perilaku minatnya terhadap apa yang ada di lingkungan sekitarnya dan kembangkan saat itu juga. Apa yang sedang diamatinya, dipegangnya, dimainkannya jadikan itu sebuah kesempatan untuk belajar tentunya dengan menyesuaikan pada tahapan perkembangannya. Itulah mengapa konsep ini bukan hanya milik anak usia dini,tapi berlaku dan bermanfaat hingga jenjang dewasa. Anak-anak bahkan manusia dewasa cenderung fokus dan konsentrasi lebih baik pada hal-hal yang diminatinya. Jika di lingkungannya tidak ada stimulus agar belajar maka ciptakanlah ruang belajar itu dan amati apa yang akan dijelajahinya.

Following the Child- Ikuti minat anak, 

Sejalan dengan prinsip Observation, beri anak ruang dan kesempatan untuk mengeksplor lebih jauh pada hal-hal baru baginya. Atau jika sudah tahu, dia perlu menjadi seorang master pada hal-hal di sekitar lingkungannya. Contoh, dia sudah mampu menunjukkan perkembangan motorik kasarnya dengan bergantung di tiang, maka tentunya dia akan mencoba lebih jauh dengan cara mengayunkan badannya. Selama ruang eksplorasi anak terkonsep dengan aman maka kita hanya perlu mendampinginya agar dia belajar dengan meyakinkan dan penuh rasa aman. Tanpa harus terlalu banyak melarangnya. Bahkan saat jatuh sekalipun, dia harus belajar bahwa benturan akan menyebabkan rasa sakit dan lebam di kulitnya dan itu tidak apa-apa karena tubuh memiliki auto immune yang baik dimana rasa sakit atau luka yang dialaminya akan segera sembuh dengan sendirinya (tentunya dapat menjadi kesempatan memotivasinya agar dia mau mengkonsumsi makanan sehat lebih banyak).

Correcting the Child – Arahkan pada perbaikan,

Fokuslah pada bagimana anak mampu memperbaiki kesalahannya , bukan pada kesalahannya. Dan melakukan ini bukan hal mudah. Terkadang sebagai orangtua ini menjadi ruang ujian pengendalian emosi. 
JIkaanak memecahkan gelas, beri dia kesempatan bagaimana merapikan kekacauan yang diakibatkan pecahan gelas tersebut. Bantu dia merapiakn kembali segala kekacauan tentunya dengan cara yang aman. Sesekali pada hal-hal yang terlalu membahayakan gunakan kata “STOP” daripada kata “NO/ Jangan” agar dia memiliki logika berpikir pengendalian gerak dan tindakan. Jika terfokus hanya pada kata jangan, sangat dikhawatirkan efeknya bisa jadi dia mengatakan “jangan” pada kita untuk hal-hal yang jauh lebih serius dan mengkhawatirkan. 

Prepared Environment and – Mediasi lingkungan belajar terpola dan harmoni,

Menyiapkan ruang belajar yang kondusif sangat penting untuk konsep Montessori. Karena kata kunci utamanya adalah “prediction”. Yaitu memperkirakan tindakan dan perilaku belajar yang akan dilaluinya. Untuk itu, menentukan pola belajar setiap harinya akan menjadi rutinitas yang sangat dinamis dan jauh dari kata monoton. Sebab, pada akhirnya pola-pola yang ritmis akan menghasilkan keharomonisan tersendiri pada perkembangan anak-anak. Dari sana mereka belajar memandirikan dirinya sendiri menghadapi tantangan dunia di luar dirinya dan dia mudah menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah-masalah  yang dihadapinya. 

Absorbent Mind – Siasati kemampuan daya serap anak.  
Bersiaplah dengan kata “imitasi”. Anak-anak usia dini belajar dengan cara imitating atau meniru dan mereka menyerap dengan sangat cepat. Mereka menyerap terlebih dahulu sebelum memikirkan konsekuensi baik atau buruknya. Berhati-hatilah dalam penggunaan kata dan bahasa jika berdekatan dengan teman-teman kecil. Seperti penggunaan kata “jangan” yang tidak tepat, jika kita gunakan dengan kasar atau justru untuk mengancam agar mereka berhenti melakukannya, maka jangan sampai kita kaget jika suatu saat mereka melakukan hal yang sama terhadap kita. 

Berikut ini adalah Area Pembelajaran yang diterapkan di TK Montessori Islamic Green School. ;

Practical Life
Sensorial Language
Math
Cultural
Leadership
Tahfidzul Qur�an
Enterpreneur


Untuk Info Lebih Lanjut Hubungi – 021 2908 1546