Berbenah : Hidup Bahagia dengan Kesederhanaan

               Apakah ayah bunda pernah mendengar tentang Marie Kondo, guru tidying up asal Jepang. Marie Kondo dinobatkan oleh dunia sebagai ibu berbenah. Dia menamakan metodenya KonMari. Metode KonMari disusun sedemikian rupa sehingga tidak hanya untuk membersihkan, tetapi juga bagaimana kita berpikir tentang barang-barang kita, apakah masih digunakan, apakah perlu disimpan, atau kita tidak memerlukannya. Metode ini merupakan metode minimalist modern, berasal dari intinya, gerakan minimalis tradisional Jepang yaitu DanShaRi. Tiga karakter kanji-nya断捨離 memiliki arti penolakan, pembuangan, dan pemisahan. Atau dapat diterjemahkannya  dengan kata  membersihkan  atau  merapikan.

Sebagai referensi utama untuk menjalankan metode berbenah ala KonMari, tentunya kita dapat membaca buku Marie Kondo yang berjudul ‘The Life-Changing Magic of Tidying Up’ dan ‘Spark Joy’. Metode ini dimulai dengan mengurangi jumlah barang. Caranya dengan menggunakan indikator perasaan, sentuh satu persatu barang dengan cara membandingkan. Apabila barang tersebut membuat perasaan bahagia dan nyaman, simpan dan sebaliknya. Usahakan apabila satu kategori selesai, segera singkirkan barang yang tidak disimpan. Jauhkan dari pandangan mata, lebih baik lagi apabila langsung mengeluarkannya dari rumah. Dan tentu saja barang-barang tersebut tidak serta-merta dibuang. Tapi, jika barang tersebut masih layak dan masih bisa digunakan, maka lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Maka kita menyingkirkan hal-hal yang tidak kita butuhkan. Mulailah dengan sampah yang jelas seperti barang rusak atau pakaian yang sudah lama tidak Anda pakai dan seterusnya. Jika kita melakukannya dengan benar, maka anda kehilangan banyak barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan lagi. Jangan fokus pada kehilangan kita – fokus pada apa yang akan kita peroleh – yaitu ruang, kebebasan, dan energi. Tujuan danshari bukanlah untuk memiliki lebih sedikit barang – tujuannya adalah untuk bahagia dengan diri sendiri (sebagai lawan memiliki sesuatu).

KonMari tidak hanya mengacu pada berbenah secara fisik, tetapi juga beberes secara mental dan emosional. Metode berbenah ini menjanjikan saat kita membuang kelebihan dan hal-hal yang tidak perlu, maka kita akan memiliki ruang, waktu, dan kebebasan untuk hidup lebih penuh.

Jika tadi dijelaskan KONMARI digunakan pada individu, rumah, atau keluarga. Lain dengan 5 R lebih banyak diterapkan pada perusahaan, kelompok, pabrik, instansi perkantoran, dan Sekolah. Begitu juga ISLAMIC GREEN SCHOOL yang menerapkan 5R. Berawal dari 5S yang merupakan singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke yang dapat diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Pelopor metode 5R adalah Dr.W. Edward Deming (insinyur Amerika, ahli statistik, Profesor, dosen, penulis, dan konsultan manajemen) 1970. Pada tahun 1980 di populerkan di Jepang sebgai 5S oleh Hiroyuki Hirano. Sedangkan pengertian 5R (5S) di sekolah ialah proses perubahan sikap untuk mengatur dan mengelola sekolah menjadi tempat yang lebih baik secara berkelanjutan yang memiliki filosofi serta cara kerja yang harus dilaksanakan oleh setiap individu.

Pentingnya implementasi 5R di dunia pendidikan, tujuan utama yang tersirat adalah SEBAGAI sarana pembentukan karakter / mentalitas sumber daya manusia. Disana ada karakter semangat, daya juang yang tinggi, tekun, teliti, jujur, tanggung jawab, peduli, disiplin, inisiatif, dan mampu bekerja sama.

R1 -> RINGKAS adalah memilah/memisahkan barang yang masih digunakan dan tidak digunakan.

R2 -> RAPI adalah merapikan barang dengan mengelompokkan, menentukan area/tempatnya, memberi tanda/label identitas barang.

R3 -> RESIK adalah menjaga sesuatu tetap bersih dilingkungan belajar / kerja. (lantai, dinding, perlengkapan, alat2, dll) dari debu, kotoran, ceceran, dll.

R4 ->RAWAT adalah menjaga tempat kerja agar selalu RINGKAS, RAPI, dan RESIK dan menjadi standar kerja dengan mempertahankan keteraturan.

R5 -> RAJIN adalah membiasakan melakukan sesuatu yang sederhana dengan tepat sesuai prosedur yang benar secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan (habit).

Semua usaha yang dilakukan dalam berbenah akan menghasilkan Minimalis atau kesederhanaan. Sebagai umat muslim, konsep minimalist atau kesederhanaan dapat kita contoh pada bersahajanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, diketahui pakaian dan rumah Nabi sangat sederhana. Rasulullah juga tidak membuang barang yang masih bisa diperbaiki, seperti diriwayatkan beliau menambal gelas yang pecah. Anas bin Malik radhiallahu’anhu mengatakan: “Gelas Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pecah. Kemudian beliau menambal bagian pangkal gagangnya dengan perak” (HR. Bukhari no. 3109). Sebagian kita mungkin memiliki banyak gelas yang cantik dan menarik. Ketika retak, atau pecah makan kita akan menggantinya dengan yang baru. Namun ternyata tidak dengan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, betapa sederhananya gelas yang pecah ditambal  oleh beliau.

Bagaimana ayah bunda, siapkah kita berbenah?!

Source :

https://ublik.id/seni-beres-beres-dengan-metode-konmari/

https://savvytokyo.com/danshari-the-konmari-method/

http://www.fengshuilondon.net/clutter/danshari-ultimate-decluttering-discipline-japan

https://muslim.or.id/43655-potret-kesederhanaan-rasulullah-shallallahualaihi-wasallam.html

http://abuabid1981.blogspot.com/2019/07/5r-di-sekolah-sebagai-sarana-pendidikan.html