Penerapan Resiliensi didalam Islamic Green School

Oleh Fatiha

 

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh . . . .

Apa kabar teman – teman hari ini? Semoga selalu diberikan rezeki, diberikan kesehatan dan selalu dijauhkan dari segala mara bahaya. Kita doakan juga semoga Indonesia segera membaik dan dihilangkan dari COVID 19. Untuk artikel kali ini kita akan membahas tentang penerapan resiliensi di Islamic Green School dan pentingnya penerapan resiliensi pada anak. Artikel ini ditunjukan bagi guru, siswa dan orang tua di Islamic Green School atau diluar Islamic Green School.  Sebelum kita masuk ke dalam penerapan resiliensi di Islamic Green School, kita harus memahami apa yang dimaksud dengan resiliensi?

Resiliensi adalah sebuah proses adaptasi yang bersifat ositif dalam mengatasi, melalui, menghadapi kesulitan sehingga individu kembali ke kondisi semula setelah mengalami kesulitan (APA Dictionary of Psychology, VandenBos, 2015: hal. 910).. Dengan meningkatkan resiliensi, individu dapat mengembangkan keterampilan hidup seperti bagaimana berkomunikasi, kemampuan yang realistik dalam membuat rencana dan mampu mengambil langkah yang tepat bagi hidup individu itu. Mereka akan mengembangkan cara untuk mengubah keadaan yang penuh tekanan menjadi sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri.

Penerapan Resiliensi sangat penting bagi anak karena  mempersiapkan anak agar mampu menghadapi kerentanan dan tantangan, terhindar dari kemunduran, sehingga sukses dalam segala bidang kehidupan di masa depan. Anak – anak yang memiliki resiliensi yang tinggi biasanya ditandai dengan prestasi akademik yang bagus, perilaku yang sopan dan santun, dapat berkomunikasi dengan baik serta mampu terlibat dalam aktifitas – aktifitas yang sesuai dengan usianya. Di Islamic Green School sendiri, resiliensi termasuk di dalam 8 pilar yang akan didapat saat teman-teman masuk ke sekolah Islamic Green School.

Penerapan resiliensi di Islamic Green School dapat berupa Problem Solving, Dringking Water, Green Education, Mabit dan Outbound. Pada kegiatan Problem Solving biasanya sebelum pulang teman – teman kecil diminta untuk menyelesaikan masalah di kelas setiap harinya dengan cara meminta maaf apabila teman – teman kecil tersebut melakukan kesalahan. Untuk Dringking Water, setiap harinya teman – teman

kecil diajarkan untuk mengenal cara menjaga kesehatan dan konsentrasi, sehingga teman – teman kecil terbiasa untuk menjaga kesehatan dengan minum air serta anak tetap konsentrasi setiap saat. Penerapan Green Education di Islamic Green School yang diadakan satu minggu sekali di halaman sekolah, biasanya berupa kegiatan jum’at bersih, mendaur ulangmenjadi benda yang bermanfaat, kegiatan memilah sampah dll, sehingga teman – teman kecil dapat terbiasa untuk menjaga kebersihan dan dapat memanfaatkan sampah menjadi benda yang bermanfaat. Mabit di Islamic Green School biasanya diadakan  di sekolah, mabit ini bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa – siswi menjadi pribadi yang shalih – shalihah, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab.  Selanjutnya terdapat kegiatan Outbound di Islamic Green School yang biasanya diadakan satu minggu sekali, yang bertujuan untuk meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat, membentuk pola pikir yang kreatif, meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi serta menambah pengalaman teman – teman kecil menuju pendewasaan diri.

Demikian Penerapan Resiliensi di Islamic Green School

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .