Stimulasi Mindfulness

Mindfulness merupakan pikiran sadar yang bertumpu pada mekanisme ilmiah, logika, rasionalitas dan analisa. Mindfulness bukan pikiran bawah sadar, tetapi berada pada keadaan sadar. Stimulasi mindfulness membuat siswa ABK agar mampu mengalihkan fokus masalah dan memiliki penerimaan diri dengan sepenuh hati menerima diri tanpa menilai kekurangan dan kesalahan diri sendiri. Membangun penerimaan diri pada siswa special needs dimulai dari meningkatkan percayaan orang tua dan fasilitator terhadap special needs dan membangun kemandirian mereka.

Media yang digunakan dalam stimulasi mindfulness:

Buku cerita bergambar dengan tema social intelligence (lebih banyak gambar dibandingkan narasi)

Puzzle

Mainan okupasi

Stopwatch

Kartu Edukasi (Kartu emosi, kebiasaan baik, sabab-akibat, asosiasi)

Pecs

Stimulasi Okupasi

Stimulasi okupasi merupakan bagian dari terapi bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dengan penekanan pada aspek sensomotorik dan neurologis. Stimulasi okupasi memperhatikan aset (kelebihan) dan limitasi (kekurangan) yang dimiliki anak dengan memberikan manajemen aktifitas yang bertujuan dan bermakna. Dengan cara ini diharapkan anak mampu mandiri dalam aktifitas & produktifitas  akademik/sekolah, komunikasi, perawatan diri, dan bermain, sehingga tumbuh kembang anak optimal.

Media dalam stimulasi okupasi:

Bola Gym

Trampolline

Bola pom-pom, mangkuk, sendok dan capitan

Alat meronce

Congklak

Stimulasi Musik

Stimulasi musik adalah usaha memberkan rangsangan untuk meningkatkan atensi, fokus, kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Terapi musik adalah terapi yang universal dan bisa diterima oleh semua orang karena kita tidak membutuhkan kerja otak yang berat untuk menginterpretasi alunan musik. Stimulasi musik sangat mudah diterima organ pendengaran kita dan kemudian melalui saraf pendengaran disalurkan ke bagian otak yang memproses emosi (sistem limbik).

Media yang digunakan pada stimulasi musik:

Keyboard

Gitar

Marakas

Tamborin

Stimulasi Behavior

Stimulasi behavior (perilaku)  merupakan salah satu terapi yang diberikan kepada siswa special needs dimana terapi stimulasi  ini difokuskan kepada kemampuan anak untuk merespon terhadap lingkungan dan mengajarkan anak perilaku-perilaku yang umum. Stimulasi behavior merupakan suatu teknik terapi yang bertujuan untuk menghilangkan perilaku-perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial dan membangun perilaku-perilaku baru yang secara sosial bermanfaat dan dapat diterima. Stimulasi behavior  juga bertujuan untuk menumbuhkan perilaku baru berupa komunikasi secara spontan dan kemampuan melakukan interaksi sosial dengan orang lain

Media yang digunakan dalam stimulasi behavior:

Pecs

Kartu Edukasi (kartu emosi, kebiasaan baik, sabab-akibat, asosiasi)

Stimulasi Strategi Belajar

Stimulasi strategi belajar bertujuan untuk meningkatkan atensi, meingkatkan konsentrasi/fokus, meningkatkan pemahaman, meningkatkan kemampuan berbahasa & komunikasi, meningkatkan daya tahan belajar dan meningkatkan daya analisa.

Stimulasi Wicara

Stimulasi wicara memberikan suatu rangsangan perilaku komunikasi normal/abnormal yang dipergunakan untuk memberikan terapi pada penderita gangguan perilaku komunikasi, yaitu kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran, sehingga penderita mampu berinteraksi dengan lingkungan secara wajar. Kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran terjadi karena adanya penyakit, gangguan fisik, psikis ataupun sosiologis. Tim inclusive center memberikan stimulasi wicara kepada siswa yang mengalami speech delayed berupa massage (pijatan), dan memberikan contoh pengucapan artikulasi dan pronouncation yang baik dan benar.